Kesepian di Rumah, Wanita Cenderung Selingkuh


DALAM pernikahan, anak-anak merupakan bagian yang membahagiakan orangtua. Saat anak-anaknya tak lagi di rumah, kesepian pada ibu ternyata berpotensi menyebabkan perselingkuhan.

Seiring dengan berjalannya waktu, pernikahan dan anak-anak akan tubuh dan berkembang. Tanpa terasa, tiba saatnya untuk kuliah dan meninggalkan rumah. Kepergian anak-anak ini, ternyata memiliki dampak tersendiri bagi orangtua.

Sebuah situs perselingkuhan, IllicitEncounters.com mencatat setidaknya 30 ribu orang mendaftar di situsnya selama satu tahun. Hal ini berarti terjadi peningkatan mencapai 250 persen.

Banyak dari mereka merasakan empty nest syndrome atau kekosongan dalam rumah sebagai alasan perselingkuhannya. Hasil survei menunjukkan, sebanyak 50 persen pendaftar mengalami sindrom ini, sedangkan 18 persen lainnya menunjukkan berbagai alasan lain.

“Suami saya tak lagi tertarik secara seksual. Secara umum saya merasa bahagia, saya hanya mencari perhatian pria,” ungkap seorang responden.

Hal ini berarti, dari sekira 710 ribu anggota, 128 di antaranya mendaftar di situs ini karena kesepian ditinggal anak-anaknya berkuliah.

“Kami menemukan bahwa sindrom ini merupakan alasan utama anggota kami mendaftar. Sebagian besar dari mereka tak ingin mengakhiri pernikahnnya, mereka hanya ingin mengisi kekosongan yang ada,” ungkap juru bicara dari situs ini, seperti dikutip Femalefirst. (tty)